NABIRE, PAPUA TENGAH — Bupati Kabupaten Intan Jaya, Aner Maisini, S.Kom., S.H., M.H., menghadiri kegiatan Open House Sekolah Papua Harapan (SPH) Nabire yang berlangsung pada 26 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan proses pendidikan, pembentukan karakter, serta visi dan rencana pengembangan Sekolah Papua Harapan kepada pemerintah daerah, para orang tua/wali siswa, alumni, mitra, serta masyarakat.






Acara diawali dengan penyambutan oleh siswa-siswi Sekolah Papua Harapan melalui penampilan nyanyian di hadapan para tamu dan undangan. Suasana berlangsung hangat dan penuh semangat, sekaligus memperlihatkan kepercayaan diri para siswa dalam menampilkan kemampuan mereka.
Open House ini turut dihadiri Gubernur Provinsi Papua Tengah Meki Nawipa, Bupati Nabire Mesak Magai, perwakilan DPR Provinsi Papua Tengah Anis Labene, unsur TNI dan Polri, para alumni, serta orang tua/wali siswa Sekolah Papua Harapan.

Wallace Dean Wiley Paparkan Visi dan Rencana Pengembangan SPH
Pendiri Sekolah Papua Harapan, Wallace Dean Wiley, menyambut langsung para tamu undangan dan menyampaikan perjalanan, visi, serta misi sekolah yang selama ini berfokus pada pendidikan akademik sekaligus pembentukan karakter dan iman para siswa.
Dalam kesempatan tersebut, Wallace juga mempresentasikan rencana pembangunan fasilitas permanen Sekolah Papua Harapan di Wadio, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Ia menjelaskan lokasi, area, serta denah bangunan yang direncanakan sebagai bagian dari pengembangan sekolah ke depan.

Wallace menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, khususnya Gubernur Meki Nawipa, atas dukungan berupa bantuan lahan serta proses penyelesaiannya.
Menurutnya, keberadaan sekolah tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para mitra yang selama ini mendukung SPH, baik dari bidang sosial, keagamaan maupun penerbangan, termasuk Mission Aviation Fellowship (MAF).

Apresiasi turut diberikan kepada para guru, pemerintah, alumni, orang tua, dan seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam perjalanan Sekolah Papua Harapan.
Wallace juga menyampaikan bahwa alumni angkatan pertama Sekolah Papua Harapan telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan kini mengabdi di berbagai bidang serta di berbagai daerah.
Ia menutup penyampaiannya dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan sekolah serta harapan agar pendidikan terus menjadi sarana membangun masa depan generasi Papua.

Alumni: Pendidikan Karakter Menjadi Bekal Menghadapi Dunia
Mewakili para alumni, Maria Weya menyampaikan kesan dan pengalamannya selama menempuh pendidikan di Sekolah Papua Harapan.
Menurut Maria, pendidikan yang diterimanya tidak hanya memberikan bekal ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan iman. Pembentukan tersebut kemudian menjadi modal penting ketika dirinya melanjutkan pendidikan dan menjalani kehidupan di luar Papua, termasuk di Amerika Serikat.
Ia menilai pembentukan karakter yang diperoleh selama berada di SPH membuat para lulusan lebih siap beradaptasi dengan lingkungan baru dan dunia yang lebih luas.

Bupati Nabire: Pendidikan Melahirkan Agen Perubahan
Sementara itu, Bupati Nabire Mesak Magai menyampaikan apresiasi kepada Sekolah Papua Harapan, khususnya kepada Wallace Dean Wiley yang dinilainya terus memiliki semangat untuk melayani melalui bidang pendidikan.
Dalam sambutannya, Mesak Magai juga menceritakan pengalaman pribadinya sebagai anak yang lahir dan tumbuh di kampung serta mendapatkan pendidikan yang dipengaruhi oleh pelayanan misionaris.
Ia menyebut pendidikan tersebut menjadi salah satu fondasi yang membentuk dirinya hingga kemudian dapat dipercaya menjadi seorang pemimpin.

Menurutnya, pendidikan memiliki peranan penting dalam menciptakan perubahan di tengah masyarakat.
“Hanya orang sekolah yang bisa merubah lingkungan dan juga hanya orang sekolah yang dapat merubah Papua menjadi agen perubahan.”
Bupati Nabire juga menyampaikan bahwa kehadiran Sekolah Papua Harapan merupakan sebuah aset penting bagi Pemerintah Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah.
Ia berharap SPH dapat terus berkembang dan menjadi mitra pemerintah serta masyarakat dalam membangun kualitas sumber daya manusia Papua.

Gubernur Meki Nawipa: Moral, Integritas dan Ilmu Adalah Pondasi
Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa, dalam arahannya memberikan motivasi melalui pengalaman perjalanan hidupnya, termasuk pengalaman jatuh bangun hingga mencapai cita-cita sebagai seorang penerbang atau pilot.
Meki mengatakan bahwa kegiatan Open House Sekolah Papua Harapan bukan sekadar kegiatan memperkenalkan sekolah, tetapi menjadi bagian dari upaya meletakkan pondasi pendidikan bagi generasi Papua.

“Open House ini kita meletakkan pondasi di negeri ini. Kita membutuhkan sekolah yang dapat membangun moral, integritas dan ilmu karena ini adalah pondasi yang paling utama bagi anak-anak kita.”
Menurutnya, keberhasilan pendidikan dasar dan pembentukan karakter anak jauh lebih penting untuk jangka panjang.
Ia menegaskan bahwa materi atau uang dapat dicari, tetapi pendidikan dasar dan karakter anak merupakan fondasi yang harus dibangun sejak awal.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan terus memberikan dukungan terhadap proses belajar-mengajar di Sekolah Papua Harapan, termasuk dalam perencanaan pembangunan sekolah permanen di Wadio, Kabupaten Nabire.

Bupati Intan Jaya Apresiasi Kontribusi SPH bagi Generasi Papua
Kehadiran Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, dalam kegiatan tersebut menjadi perhatian tersendiri karena Sekolah Papua Harapan memiliki keterkaitan kuat dengan pembangunan sumber daya manusia asal Kabupaten Intan Jaya.
Bupati Aner Maisini menyampaikan apresiasi atas keberadaan Sekolah Papua Harapan di Nabire. Menurutnya, sekolah tersebut telah memberikan kontribusi nyata dalam mempersiapkan generasi Papua melalui pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga moral, karakter dan iman.
Bupati menilai keberhasilan para alumni yang telah menempuh pendidikan dan kemudian mengabdi di berbagai bidang menjadi salah satu bukti bahwa kualitas pendidikan di Sekolah Papua Harapan patut diapresiasi.

“Kualitas sekolah ini tidak diragukan dan sangat baik untuk generasi Papua ke depan.”
Menurut Bupati Aner Maisini, pembangunan infrastruktur dapat dilakukan oleh pemerintah, namun pembangunan moral dan karakter generasi muda membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan yang telah terbukti memberikan dampak positif.
“Pemerintah dapat membangun infrastruktur dan berbagai fasilitas, tetapi pembangunan moral dan karakter anak-anak kita perlu dilakukan melalui kolaborasi dengan sekolah-sekolah yang sudah terbukti,” demikian pesan Bupati Intan Jaya.

Meninjau Ruang Kelas dan Fasilitas Sekolah
Setelah seluruh rangkaian acara dan sambutan selesai, para tamu undangan bersama pihak Sekolah Papua Harapan melakukan peninjauan langsung terhadap ruang kelas dan sejumlah fasilitas sekolah.
Rombongan menyapa para siswa sekaligus melihat secara langsung proses pembelajaran. Para guru di masing-masing kelas juga memberikan penjelasan mengenai kegiatan belajar-mengajar dan kondisi siswa.

Kegiatan Open House tersebut menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah, sekolah, alumni, orang tua, mitra dan masyarakat untuk melihat secara langsung perjalanan pendidikan Sekolah Papua Harapan serta membangun komitmen bersama bagi masa depan generasi Papua.
Bagi Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, keberadaan Sekolah Papua Harapan merupakan bagian penting dari ekosistem pendidikan di Papua Tengah, khususnya dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki ilmu pengetahuan, karakter, iman, integritas dan kemampuan untuk menjadi agen perubahan.

Pendidikan bukan hanya tentang membangun manusia yang cerdas, tetapi juga membentuk manusia yang berkarakter dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
AMAKANIE — Ondoma Dangge Inia Hanggia Dua Dia
Untuk Semua Lihat, Pikir dan Kerja.
#IntanJayaTerang #PendidikanPapua #SekolahPapuaHarapan #PapuaTengah #IntanJaya




































