“Penguatan Konvergensi Lintas Sektor dalam Percepatan Penurunan Stunting Berbasis Data dan Kearifan Lokal di Kabupaten Intan Jaya Tahun 2026.”
Sugapa, 20 Mei 2026 – Bupati Kabupaten Intan Jaya, Aner Maisini, S.Kom., S.H., M.H., menghadiri kegiatan Rembuk Stunting Kabupaten Intan Jaya Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) di Aula BAPPERIDA, Sugapa.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua TP-PKK Kabupaten Intan Jaya, jajaran OPD terkait, para pimpinan Puskesmas, kepala distrik, serta para pemantik dari Provinsi Papua Tengah yang memberikan penguatan materi dan arahan strategis dalam percepatan penanganan stunting.
Rembuk stunting ini menjadi forum strategis dalam menyatukan komitmen dan langkah nyata seluruh pemangku kepentingan guna menekan angka stunting di Kabupaten Intan Jaya.

Dalam sambutannya, Bupati Aner Maisini menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara terintegrasi melalui kerja sama lintas sektor, dengan dukungan data yang akurat serta pendekatan berbasis kearifan lokal.
“Penanganan stunting harus dilakukan secara bersama-sama, dengan memperkuat koordinasi lintas sektor dan memanfaatkan data yang valid, sehingga program yang dijalankan benar-benar efektif dan tepat sasaran,” ungkap Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya pendataan ulang terhadap kasus stunting serta ibu hamil di seluruh wilayah Intan Jaya. Hal ini dinilai krusial mengingat masih terdapat masyarakat yang belum terdata dan membutuhkan penanganan segera.
“Pendataan stunting dan ibu hamil harus dilakukan ulang. Kita harus memastikan semua masyarakat terdata dengan baik, karena masih banyak yang belum terjangkau dan membutuhkan bantuan segera,” tegasnya.
Bupati juga menegaskan bahwa program penanganan stunting merupakan bagian dari Asta Cita Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, sehingga membutuhkan keseriusan dan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah.

“Program stunting merupakan bagian dari Asta Cita pemerintah pusat. Untuk itu, kita di daerah harus serius dalam penanganannya dan terus bersinergi dengan pemerintah pusat agar upaya yang dilakukan berjalan efektif dan tepat sasaran,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak dapat merumuskan langkah konkret dan strategi terpadu dalam percepatan penurunan stunting, guna mewujudkan generasi Intan Jaya yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Rembuk Stunting Tahun 2026 ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.















